
Rumah Batik Ahok
Rumah masa kecil Basuki Tjahaja Purnama di Gantung yang kini jadi galeri dan bengkel batik. Motif-motifnya khas Belitung: daun simpor, lotus rawa, dan perahu nelayan.
Di gang kecil kota Gantung, ada rumah panggung kayu bercat putih yang kelihatan biasa saja. Tidak ada yang mencolok. Tapi di sinilah Basuki Tjahaja Purnama, yang kemudian dikenal sebagai Ahok, menghabiskan masa kecilnya. Keluarganya adalah bagian dari komunitas Tionghoa Belitung yang sudah tinggal di pulau ini turun-temurun. Hari ini, rumah tersebut punya kehidupan kedua: jadi galeri dan bengkel batik.
Pengrajin lokal datang setiap hari ke sini. Mereka membuat batik tulis dan batik cap dengan motif-motif yang tidak akan Anda temukan di Jawa. Motifnya lebih bebas dan cerah: daun simpor, tanaman endemik Belitung, bunga lotus rawa, ikan, perahu tradisional. Warnanya juga berbeda. Lebih terang: biru laut, hijau daun, kuning mentega. Anda bisa menonton prosesnya dari awal sampai akhir, dari mencairkan malam lilin sampai pencelupan warna. Kalau tertarik, boleh juga coba sendiri. Yang Anda bawa pulang bukan cuma kain. Ini cerita tentang tradisi yang sedang belajar merawat dirinya sendiri.
