
Danau Kaolin
Bekas tambang kaolin yang terisi air hujan dan berubah jadi danau biru toska terang. Tanah putih kapur di sekelilingnya menciptakan kontras yang membuat tempat ini tampak seperti lokasi syuting film fiksi ilmiah.
Dulu tempat ini adalah tambang kaolin. Mineral tanah liat putih yang dipakai buat keramik, kosmetik, dan kertas itu ditambang di sini selama bertahun-tahun. Ketika tambangnya ditinggalkan, hujan tropis mengisi lubang galian, dan air yang bercampur mineral itu berubah jadi warna biru toska yang tidak biasa. Tepiannya putih bersih seperti kapur, tidak ada tanaman yang tumbuh. Kontrasnya keras dan aneh, dan justru karena itulah tempat ini jadi menarik.
Waktu terbaik adalah pagi, sebelum matahari terlalu tinggi. Permukaan danau masih tenang seperti kaca. Awan dan langit biru memantul sempurna di atasnya. Tidak bisa berenang di sini karena kandungan mineralnya, jadi ya sudah, tempat ini memang lebih cocok buat foto. Pakai baju warna cerah, merah atau kuning, dan berdirilah di tepian putih itu. Warna-warna di Danau Kaolin begitu dramatis sampai kamera ponsel biasa pun bisa menghasilkan foto yang kelihatan seperti diedit berlebihan. Padahal tidak.
