
SD Muhammadiyah Gantung
Replika sekolah kayu tempat Andrea Hirata belajar membaca dan menulis. Dari bangku-bangku sederhana inilah lahir novel Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.
Bangunan kayu bercat putih biru ini kelihatan biasa saja dari luar. Tapi di dalamnya ada cerita yang mengubah cara Indonesia memandang pendidikan. Di sinilah Andrea Hirata kecil duduk di bangku kayu panjang, menatap papan tulis kapur, dan mulai bermimpi. Ia anak seorang penambang timah miskin. Sekolahnya hampir roboh. Tapi dari tempat inilah lahir Laskar Pelangi, novel yang terjual lebih dari lima juta eksemplar di Indonesia, difilmkan oleh Riri Riza tahun 2008, dan diterjemahkan ke puluhan bahasa di seluruh dunia.
Ruang kelas di dalamnya direkonstruksi seperti aslinya. Meja kayu yang aus, papan tulis hijau dengan sisa kapur, jendela tanpa kaca yang membiarkan angin masuk. Di luar, halaman luas dikelilingi pohon kelapa dan langit Belitung Timur yang biru lebar. Bawa anak-anak Anda ke sini. Biarkan mereka duduk di bangku yang sama tempat seorang anak miskin memutuskan bahwa mimpinya lebih besar dari pulaunya. Kami tidak bisa menjanjikan mereka akan jadi penulis terkenal. Tapi kami yakin mereka akan pulang dengan pemahaman baru tentang seberapa jauh pendidikan bisa membawa seseorang.
